BATU BARA – Tingginya potensi kebakaran, khususnya saat memasuki musim kemarau, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berada di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Diperlukan keterlibatan masyarakat melalui pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di setiap desa.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Rafik sebagai bentuk apresiasi terhadap Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, atas perhatian dan instruksi kepada dinas yang membawahi Damkar untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan relawan pemadam kebakaran.
Menurut Rafik, kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Lapangan Bola Kaki Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Selasa (3/11/2026), merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman kebakaran.
“Kami memberikan apresiasi kepada Bupati Batu Bara yang telah mendorong pelaksanaan pelatihan relawan Damkar. Ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan perlindungan dan keselamatan masyarakat,” ujar Muhammad Rafik.
Ia menilai, pembentukan Relawan Damkar di setiap desa sudah menjadi kebutuhan mendesak. Sebab, ketika terjadi kebakaran, kecepatan penanganan pada menit-menit pertama sangat menentukan agar api tidak semakin membesar dan meluas ke permukiman warga.
“Jangan sampai ketika kebakaran terjadi, masyarakat hanya bisa menunggu kedatangan mobil pemadam. Harus ada relawan yang terlatih di desa sebagai garda terdepan untuk melakukan tindakan awal sebelum personel Damkar tiba di lokasi,” tegasnya.
Rafik juga berharap Bupati Batu Bara dapat memberikan mandat melalui Surat Keputusan (SK) resmi pembentukan Relawan Damkar Desa, sehingga keberadaan relawan memiliki dasar kelembagaan, kejelasan tugas, serta koordinasi dengan petugas Damkar kabupaten.
Menurutnya, para relawan perlu mendapatkan pelatihan secara berkala, pembinaan, serta dukungan sarana dan prasarana dasar penanggulangan kebakaran sesuai kemampuan dan standar keselamatan.
“Harapan kita, setiap desa memiliki relawan Damkar yang terlatih, memiliki SK dari pemerintah daerah, dan berkoordinasi langsung dengan dinas terkait. Dengan demikian, penanganan awal kebakaran bisa dilakukan lebih cepat, terarah, dan tidak membahayakan masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa memasuki musim kemarau, potensi kebakaran harus menjadi perhatian bersama, baik kebakaran rumah, lahan, maupun lingkungan permukiman.
Damkar Desa sebagai Garda Terdepan
Muhammad Rafik menegaskan, pembentukan relawan Damkar desa bukan untuk menggantikan tugas dan kewenangan petugas Damkar profesional, melainkan memperkuat sistem perlindungan masyarakat dari tingkat paling bawah.
Dengan adanya relawan di setiap desa, informasi kejadian dapat disampaikan lebih cepat, langkah evakuasi awal dapat dilakukan, serta penanganan awal dapat dikoordinasikan sebelum armada Damkar tiba.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kita berharap perhatian Bupati Batu Bara ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi dilanjutkan dengan pembentukan Relawan Damkar di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Batu Bara,” tutup Muhammad Rafik.




