*BATU BARA |* Memasuki momentum 20 tahun berdirinya Kabupaten Batu Bara, berbagai harapan dan gagasan untuk pembenahan daerah terus disampaikan masyarakat. Salah satunya terkait penataan Kantor Bupati Batu Bara agar lebih mencerminkan identitas dan karakter budaya Melayu sebagai jati diri daerah.
Politisi Gerindra, *Taupik Nurdin*, menyampaikan bahwa Kantor Bupati merupakan simbol pemerintahan sekaligus wajah dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Batu Bara.
Menurutnya, penataan kantor bupati tidak harus dilakukan dengan membangun gedung baru yang tentunya membutuhkan anggaran besar. Ia menilai pembangunan kantor baru justru berpotensi menjadi pemborosan anggaran apabila bangunan yang ada masih dapat dimanfaatkan dan ditata kembali.
” Kita tidak perlu membangun Kantor Bupati yang baru karena itu membutuhkan anggaran besar. Yang kita perlukan adalah menata ulang kantor bupati yang sudah ada dengan konsep bernuansa daerah, khususnya budaya Melayu, sebagaimana gambaran desain yang telah kita usulkan,” ungkap Taupik Nurdin.
Ia menjelaskan, pembenahan dapat dilakukan melalui penataan arsitektur bangunan, ornamen khas Melayu, halaman, taman, hingga kawasan lingkungan kantor pemerintahan sehingga menghadirkan suasana yang lebih indah dan memiliki identitas daerah.
Lebih lanjut, Taupik mengatakan bahwa dalam momentum 20 tahun Kabupaten Batu Bara, sudah selayaknya pemerintah dan seluruh elemen masyarakat bersama-sama memikirkan arah pembangunan daerah ke depan.
Tidak hanya penataan Kantor Bupati, ia juga menilai perlu adanya perhatian terhadap *perluasan kawasan ibu kota Kabupaten Batu Bara* agar pusat pemerintahan dapat berkembang secara lebih terencana, representatif, dan mampu mendukung kebutuhan pembangunan jangka panjang.
“Kita ingin Batu Bara ke depan semakin baik. Dua puluh tahun perjalanan kabupaten ini harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan, baik dari sisi wajah pusat pemerintahan maupun pengembangan ibu kota kabupaten,” ujarnya.
Taupik juga menyampaikan keyakinannya bahwa Bupati Batu Bara terbuka terhadap berbagai aspirasi masyarakat. Menurutnya, gagasan dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun daerah.
“Kita yakin Bupati Batu Bara mampu dan terbuka menerima aspirasi masyarakat. Karena membangun daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan pemikiran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap momentum dua dekade Kabupaten Batu Bara dapat menjadi semangat baru untuk menghadirkan pembangunan yang lebih terarah, memperkuat identitas budaya lokal, serta memperhatikan efisiensi penggunaan anggaran.
*Dua puluh tahun Kabupaten Batu Bara bukan sekadar perjalanan usia, tetapi momentum untuk menata wajah daerah dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.*




