Garis62 – BATU BARA — Dalam upaya merajut silaturahmi sekaligus menggali kembali jejak sejarah dan kebudayaan yang ada di Kabupaten Batu Bara, Juriat Kedatokan Siparepare, Datok Amirhamjah, melakukan kunjungan silaturahmi kepada Ketua Forum Komunikasi Antar Etnis (FKAE) Kabupaten Batu Bara, Muhammad Rafik, Rabu (7/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membicarakan berbagai hal terkait adat istiadat, sejarah kedatokan serta keberadaan situs-situs sejarah yang masih memiliki nilai penting bagi generasi masyarakat Batu Bara.
Datok Amirhamjah menyampaikan harapannya agar sejarah Kedatokan Siparepare tidak hilang ditelan zaman. Menurutnya, sejarah yang pernah ada merupakan bagian dari perjalanan masyarakat yang penting untuk diketahui dan diwariskan kepada anak cucu.
“Kita ingin sejarah yang ada jangan sampai hilang. Apa yang pernah ada harus dicatat, dipelihara dan dikenang oleh anak cucu kita,” ungkap Datok Amirhamjah.
Dalam pertemuan itu juga dibahas bahwa Kedatokan Siparepare pada masanya pernah memiliki akta konsesi, yang menurut mereka menjadi salah satu dokumen penting dalam menelusuri keberadaan dan perjalanan sejarah kedatokan tersebut.
Selain dokumen sejarah, masih terdapat sejumlah situs dan jejak peninggalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serta upaya pelestarian. Karena itu, penggalian sejarah tidak hanya dilakukan melalui cerita lisan, tetapi juga melalui penelusuran dokumen, situs, arsip dan bukti-bukti sejarah lainnya.
Ketua FKAE Kabupaten Batu Bara, Muhammad Rafik, menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia menyatakan kesiapan untuk membantu dalam berbagai aspek yang memungkinkan, khususnya dalam upaya menggali dan mendokumentasikan sejarah serta wasilah atau peninggalan yang berkaitan dengan Kedatokan Siparepare.
“Sejarah dan adat istiadat adalah bagian dari identitas daerah. Kalau masih ada jejak sejarah, dokumen maupun situs yang berkaitan dengan Kedatokan Siparepare, tentu harus kita gali dan dokumentasikan agar tidak hilang,” kata Muhammad Rafik.
Sementara itu, pemerhati sejarah Irianto turut menyatakan kesiapan untuk membantu proses penelusuran sejarah Kedatokan Siparepare. Ia berharap nantinya sejarah kedatokan tersebut dapat menjadi salah satu bagian penting dalam catatan sejarah Batu Bara.
Menurutnya, keberadaan akta konsesi dan berbagai jejak sejarah lainnya dapat menjadi bahan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut secara objektif dan terdokumentasi.
Upaya tersebut diharapkan tidak berhenti pada sebuah pertemuan, tetapi dapat dilanjutkan dengan inventarisasi dokumen, penelusuran situs, pengumpulan sejarah lisan dari para tokoh dan keluarga juriat, serta dokumentasi peninggalan budaya.
Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu. Ia adalah jejak yang menghubungkan generasi hari ini dengan akar kehidupan para pendahulunya. Karena itu, menjaga sejarah Kedatokan Siparepare berarti turut menjaga bagian dari perjalanan sejarah dan kebudayaan Batu Bara.




